Konten sesungguhnya dari slogan Lenin adalah untuk menekankan pentingnya memerangi sauvinisme dan menentang “Burgfrieden” (gencatan senjata antara partai-partai politik selama Perang Dunia). Esensi posisi politik Lenin adalah kaum sosialis tidak boleh mengambil tanggung jawab apapun untuk perang imperialis ini. Lebih baik membiarkan Rusia kalah daripada mendukung kaum borjuasi Rusia dan perang predatorisnya. Penting untuk menanamkan gagasan ini dalam benak kader-kader partai, untuk melindungi mereka dari penyakit sauvinisme. Di sisi lain, Lenin adalah seorang realis, dan maka dari itu dia paham bahwa kita tidak boleh membingungkan kesadaran massa dengan kesadaran kaum revolusioner. Untuk bisa membangun partai revolusioner dan mengikatnya dengan massa, kita harus tahu bagaimana menghubungkan program Marxis yang sudah rampung dengan kesadaran massa yang niscaya belum matang, penuh kebingungan dan penuh kontradiksi. Inilah keseluruhan seni membangun partai. Inilah mengapa Lenin mengubah posisinya setelah kembali ke Petrograd, dengan mengatakan bahwa ada dua macam defensisme: defensismenya kaum pengkhianat sauvinis-sosial dan “defensisme jujur” rakyat. Dengan pernyataan ini, bukan berarti Lenin menyangkal posisi “revolutionary defeatism”nya yang sebelumnya. Dia hanya mengakui bahwa cara menyampaikan gagasan ini ke massa dalam situasi tertentu harus mempertimbangkan tingkatan kesadaran massa yang sesungguhnya. Tidak melakukan ini akan membuat partai menjadi sebuah sekte belaka.

Selama satu bulan terakhir, bursa-bursa saham seperti Dow Jones dan FTSE telah kehilangan lebih dari 25 persen nilai mereka. Sementara, roda ekonomi dunia berhenti. Pengangguran meningkat di semua negeri. Kapitalisme sedang dalam krisis di seluruh dunia. Kelas penguasa menyalahkan virus Corona baru sebagai biang kerok krisis ekonomi. Tetapi sesungguhnya virus ini hanya memunculkan ke permukaan kontradiksi-kontradiksi yang telah terkumpul selama puluhan tahun di dalam sistem kapitalisme.

Pecahnya Perang Dunia Pertama segera menimbulkan krisis dalam Internasional Sosialis (Internasional Kedua). Para pemimpin Internasional Kedua seksi Jerman, Prancis, Inggris dan Austria melanggar semua keputusan Internasional dan berbaris rapi di belakang kelas borjuasi mereka masing-masing dan menjadi kaum sauvinis yang paling buas. Pers Sosial Demokrasi Jerman mulai menyerukan kepada kelas buruh untuk “membela tanah air”. Di pertemuan fraksi Reichstag (parlemen Jerman) pada 3 Agustus, para pemimpin Partai Sosial Demokrasi (SPD) memutuskan untuk menyetujui kredit perang. Keesokan harinya, bersama dengan partai-partai borjuis dan Junker mereka menyetujui anggaran perang sebesar lima miliar mark. “Sayap Kiri” yang pada pertemuan fraksi menentang keputusan ini juga menyetujui anggara perang di parlemen, dengan alasan disiplin partai! Ini sepenuhnya mengekspos peran pengkhianatan reformisme kiri dan sentrisme, yang, kendati ujar-ujaran mereka yang radikal, pada momen penentuan mereka terikat erat pada sayap kanan. Fungsi pokok reformisme kiri dan sentrisme adalah menjadi bumper kiri bagi kaum reformis kanan.