Piala Dunia sudah berakhir. Ketika debu perayaan telah hilang, ketika botol-botol anggur telah kering dan orang-orang bangun dari mabuk mereka, wajah buruk krisis kapitalis akan kembali menatap rakyat. Ini cerita mengenai dilema rakyat Argentina dan kecintaannya pada sepakbola, ketika mereka memenangkan Piala Dunia 1978 di bawah junta militer, dimana sorak sorai rakyat bercampur dengan jeritan puluhan ribu tahanan politik yang disiksa dan dibunuh.

Pada 24 Juni 2010, sebuah penghimpunan massa diorganisir oleh Jammu Kashmir National Student Federation atau Federasi Mahasiswa Nasional Jammu Kashmir (JKNSF) yang dimulai dari Lapangan Kolese Rawlakot. Penghimpunan-massa itu dipimpin oleh kamerad Amjad Shahsawar (Ketua JKNSF) dan ribuan kaum muda dari seluruh Kashmir berpartisipasi. Para demonstran mengibarkan slogan-slogan revolusioner, seperti "Inqalab, Inqalab, Socialist Inqalab" (Revolusi, Revolusi, Revolusi Sosialis), "Kali raat jaway e jaway-Surkh sawera away e aaway" (Sebuah fajar merah akan mengakhiri malam yang gelap ini), dsb. Setelah menjalani segenap kota, penghimpunan-massa bergabung dengan Konferensi Revolusioner Kashmir yang diorganisir di Stadion Sabir Shaheed.

Serangan tentara Israel terhadap kapal-kapal Flotilla telah membangkitkan amarah rakyat sedunia. Di seluruh dunia, rakyat pekerja turun ke jalan untuk memprotes tindakan kejam ini. Masalah Israel-Palestina telah berlangsung selama lebih dari 60 tahun dan sampai sekarang belum ada penyelesaiannya. Berikut ini kami terbitkan sebuah artikel dari kamerad Isa Al-Jaza'iri, yang ibunya diusir keluar dari rumahnya di Haifa pada tahun 1948 oleh tentara Israel. Dalam artikel ini kamerad Isa Al-Jaza'iri mengatakan bahwa hanya sosialisme yang bisa menghantarkan pembebasan yang sesungguhnya bagi rakyat Palestina.