Artikel ini disadur dari bab IV buku “Hasil dan Prospek” (Prospek Kediktaturan Buruh) yang ditulis oleh Leon Trotsky pada tahun 1906.  Dalam artikel ini, Trotsky memprediksi bahwa kaum buruh Rusia, sebuah negara terbelakang, akan merebut kekuasaan dan melaksanakan revolusi sosialis. Sebelas tahun kemudian, prognosisnya terbukti di dalam Revolusi Oktober 1917 dimana kaum buruh Rusia memimpin revolusi sosialis  yang mengubah tatanan politik dunia pada abad ke-20. Kaum buruh Indonesia kini dihadapkan pada tugas yang sama, dan perdebatan yang serupa juga terjadi di dalam gerakan Indonesia: apa prospek revolusi sosialis di Indonesia? Rusia bukan Indonesia, dan Indonesia bukan Rusia, tetapi kami berharap bahwa prognosis Trotsky ini dapat membantu kaum revolusioner Indonesia menemukan jawaban dari pertanyaan di atas. 

Betapa orang kuat itu telah jatuh! Apapun kebenaran dari tuduhan-tuduhan tentang pelecehan seksual dan pemerkosaan yang dilontarkan kepadanya di New York, Dominique Strauss-Kahn bersalah atas kejahatan-kejahatan yang mengerikan. Sebagai kepala IMF, ia bersalah melakukan pemerkosaan politik terhadap rakyat pekerja dan bagian-bagian masyarakat yang paling miskin di banyak negeri berkembang. Ia bersalah atas pemerkosaan Yunani dan Portugal. Sebelum mendapati dirinya meringkuk di dalam penjara, ia “berkontribusi” dalam mengunci jutaan orang di dalam sebuah neraka dunia. Resep-resep “perbaikan”-nya yang brutal telah menimpakan penderitaan dan kesukaran terhadap kaum miskin demi melindungi kepentingan-kepentingan para bankir, kaum kapitalis, dan kaum kaya.

Tigapuluh dua tahun yang lalu, pada peralihan malam tanggal 3 dan 4 April 1979, Zulfiqar Ali Bhutto dibunuh di tiang gantungan di penjara Rawalpindi. Mungkin ini merupakan pembunuhan politik yang paling signifikan dalam sejarah Pakistan. Sebuah negara yang dicekam ketakutan, Pakistan dipimpin oleh diktator yang paling brutal dan ganas, Jenderal Zia ul Haq, yang mengambil tindakan-tindakan yang mengerikan.