Pada hari Sabtu 21 November, Kongres Luar Biasa Pertama Partai Persatuan Sosialis Venezuela (PSUV) dimulai dengan dihadiri oleh 772 delegasi yang berbaju merah. Mayoritas adalah buruh, tani, dan kaum muda, yang dipilih oleh sekitar 2,5 juta anggota (total anggota terdaftar adalah 7 juta!). Atmosfer di dalam kongres ini dipenuhi dengan antusiasme dan harapan. Chavez menyerukan pembentukan Internasionale Kelima untuk menyatukan perjuangan melawan kapitalisme, dan dengan melambaikan buku Lenin Negara dan Revolusi dia mengatakan bahwa Negara Kapitalis yang masih ada di Venezuela harus dihancurkan dan digantikan dengan Negara Buruh yang baru.

Setelah serangan militer yang paling brutal terhadap orang Tamil tahun ini, ratusan ribu rakyat Tamil tersingkirkan dari rumah mereka dan ditahan di “kamp-kamp konsentrasi” yang tersebar di Sri Lanka. Di Vavuniya saja ada 32 kamp seperti itu yang dihuni oleh lebih dari 160 ribu pengungsi Tamil. Total ada sekitar 300 ribu Tamil yang telah ditahan di kamp-kamp ini semenjak berakhirnya serangan militer terhadap Tamil Tiger pada bulan Mei.

Dua puluh tahun yang lalu Tembok Berlin runtuh dan kaum borjuis di dunia Barat sangat gembira, bersukacita akan “jatuhnya komunisme”. Setiap tahun kaum kapitalis merayakannya seperti halnya rejim Orde Baru yang merayakan persitiwa 30 September dengan mesin propaganda mereka. Akan tetapi, dua puluh tahun kemudian situasi terlihat sangat berbeda dimana kapitalisme memasuki krisisnya yang paling parah semenjak 1929. Sekarang mayoritas rakyat di bekas Jerman Timur memilih partai kiri dan mengingat kembali keuntungan dari ekonomi terencana. Setelah menolak Stalinisme, mereka sekarang telah mencicipi kapitalisme, dan kesimpulan yang mereka ambil adalah bahwa sosialisme lebih baik daripada kapitalisme.